Strategi produktivitas modern sangatlah beragam. Pastikan mengetahui dan menerapkan strategi tersebut. Hal ini karena produktivitas kerja bisa bermanfaat untuk diri sendiri maupun perusahaan atau organisasi.
Dalam pekerjaan memang tak selalu harus mengutamakan tenaga. Di era serba canggih seperti sekarang ini, sudah semestinya menerapkan work smart, not hard. Kerja cerdas terbukti lebih efektif dan menguntungkan.
Strategi Produktivitas Modern
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Strategi produktivitas modern terbukti ampuh untuk menciptakan lingkungan kerja yang work smart, not hard. Namun sebelum mengetahui apa saja strateginya, pahami dengan baik bahwa produktivitas jadi pilar utama yang membuat perusahaan maupun organisasi bisa bersaing secara ketat. Produktivitas ini juga memudahkan perusahaan maupun organisasi untuk mengikuti perkembangan zaman. Perihal apa saja strateginya, bisa cek ulasan di bawah ini.
Memberi Pelatihan
Salah satu strateginya yaitu dengan memberikan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan maupun kepercayaan diri. Pelatihan ini juga bisa diikuti dengan kegiatan pengembangan secara berkala. Untuk contoh pelatihannya, bisa mencakup pelatihan teknis, soft skill maupun program kepemimpinan.
Hal ini memungkinkan anggota organisasi maupun karyawan di perusahaan bisa tumbuh dengan jiwa profesionalitas yang tinggi. Melalui pelatihan tersebut, tentu juga lebih siap untuk menghadapi tantangan dalam pekerjaan. Hal ini memungkinkannya bisa berkontribusi secara aktif.
Manajemen Waktu
Strategi produktivitas modern berikutnya yaitu dengan manajemen waktu secara efektif. Tak banyak yang menyadari bahwa ternyata memanajemen waktu bisa membantu pekerja ataupun anggota organisasi untuk memaksimalkan waktu kerjanya. Mengenai bagaimana cara memulainya, yakni dengan membagi waktu jadi beberapa bagian secara teratur dan terukur. Karena manajemen waktu yang efektif tersebut, tentunya lebih mudah untuk menyelesaikan berbagai tugas dalam sekali waktu tanpa merasa kewalahan.
Melakukan Pengawasan
Untuk meningkatkan produktivitas sebenarnya juga bisa menerapkan strategi berupa pengawasan atau monitoring secara cermat. Pengawasan ini bisa dilakukan untuk mengetahui apakah karyawan termasuk pekerja yang produktif atau tidak. Untuk melakukannya, bisa memanfaatkan teknologi canggih.
Misalnya saja mesin absensi biometrik. Teknologi ini berguna dalam monitoring kedisiplinan karyawan. Bisa juga memanfaatkan mesin absensi yang sudah terintegrasi dengan software payroll. Teknologi tersebut bisa mendukung monitoring secara lebih teliti.
Mengapresiasi Kinerja
Strategi produktivitas modern juga bisa dilakukan dengan aktif mengapresiasi kinerja. Hal ini karena apresiasi cenderung mampu meningkatkan loyalitas dan motivasi karyawan. Apresiasi tersebut juga bisa mempengaruhi terciptanya lingkungan kerja yang positif.
Untuk apresiasinya sendiri cukup beragam. Bisa berupa pujian terbuka, bonus ataupun sertifikat penghargaan. Hal ini bisa membuat karyawan merasa dihargai. Secara tidak langsung, hal tersebut bisa memperkuat ikatan emosional dengan perusahaan.
Melakukan Refleksi Diri
Setelah selesai bekerja atau berorganisasi, jangan lupa untuk melakukan refleksi diri. Tidak perlu lama-lama, setidaknya luangkan waktu selama 10 menit saja. Selama refleksi diri, bisa bertanya kepada diri sendiri mengenai apa yang sudah tercapai dan perlu diperbaiki besok.
Ketahui pula apa saja yang perlu disyukuri. Karena melakukan refleksi diri, maka bisa memberikan kemudahan dalam proses pembelajaran. Hal ini tidak hanya bisa meningkatkan produktivitas saja, melainkan juga memudahkan meraih pencapaian dan kesuksesan kedepannya.
Fokus pada Prioritas
Konsep work smart, not hard memperlihatkan bahwa pekerja tak perlu bekerja terlalu keras agar lebih produktif. Akan tetapi, pekerja bisa menerapkan strategi yang tepat agar produktif, efisien dan mendapatkan hasil maksimal. Adapun salah satu strategi produktivitas modern yaitu dengan fokus pada prioritas.
Hal ini memberikan kemudahan bagi pekerja untuk meraih tujuan. Selain fokus, pekerja juga perlu mengeliminasi distraksi dan mengotomatiskan tugas yang berulang. Tak hanya itu, pekerja juga perlu beristirahat.
Contohnya ialah dengan memanfaatkan waktu 1 jam untuk bekerja dan beristirahat. Misalnya saja fokus bekerja selama 50 menit. Sementara 10 menit sisanya bisa digunakan untuk break.
Membuat Batasan Kerja yang Jelas
Baik itu bekerja di kantor, rumah ataupun di mana pun itu, pastikan memiliki batasan yang jelas. Hal ini tak terkecuali saat berorganisasi sekalipun. Mengenai cara membuat batasan kerja yang jelas, bisa dilakukan dengan menentukan jam kerja lantas mematuhinya.
Pastikan juga menggunakan ruang kerja yang terpisah. Bahkan bisa menempatkannya di sudut yang kecil sekalipun. Supaya lebih produktif, matikan notifikasi pekerjaan saat sudah di luar jam kerja.
Work smart, not hard ini juga perlu melibatkan keluarga ataupun sahabat. Mintalah untuk mengingatkan dalam beristirahat. Saat smart working memang tetap perlu menjaga kesehatan mental dengan tak lupa beristirahat.
Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas
Setelah tahu apa saja strategi produktivitas modern yang bisa diterapkan oleh pekerja, atasan maupun anggota organisasi, tak ada salahnya jika juga memahami faktornya. Pada dasarnya, memang ada banyak faktor yang mempengaruhi produktivitas. Berikut beberapa diantaranya.
Urutan Prioritas Pekerjaan
Salah satu faktornya yakni urutan prioritas pekerjaan. Dalam hal ini, utamakan pekerjaan yang lebih penting atau deadline.
Mendahulukan Pekerjaan yang Paling Susah
Apabila tidak memiliki tugas prioritas atau deadline, maka dahulukan pekerjaan yang paling susah. Dengan menerapkannya, maka tugas lainnya jadi terasa tak begitu sulit sehingga bisa cepat selesai.
Pengetahuan dan Keterampilan
Produktivitas juga dipengaruhi oleh pengetahuan dan keterampilan. Pengetahuan bisa memberikan kemudahan bagi pekerja untuk memecahkan masalah maupun mengambil keputusan. Lalu untuk keterampilan, bisa jadi nilai tambah tersendiri di organisasi atau perusahaan.
Kemampuan dan Sikap
Kemampuan dan sikap turut mempengaruhi produktivitas. Produktivitas bisa meningkat secara signifikan apabila pekerja memiliki kemampuan dan sikap yang baik. Contoh sederhananya yaitu selalu berangkat ke kantor secara tepat waktu.
Ciri-ciri Orang Produktif
Sebenarnya ada sejumlah ciri yang memperlihatkan seseorang produktif atau tidak. Ciri ini bisa jadi pedoman untuk menilai atau mengukur produktivitas diri sendiri. Adapun cirinya ialah sebagai berikut.
Tahu Kapan Harus Istirahat
Orang yang produktif dan bekerja cerdas tahu kapan harus beristirahat. Hal ini karena smart working tahu bahwa segala aktivitas memerlukan konsentrasi tinggi. Apabila tidak beristirahat, maka konsentrasi bisa buyar sehingga kurang produktif. Bekerja terus tanpa henti bukanlah kerja cerdas, namun hanya membuat lelah saja.
Mengerjakan Tugas Satu Per Satu
Kemampuan multitasking bukanlah work smart, not hard. Hal tersebut hanyalah memaksakan diri. Orang yang produktif seringkali mengerjakan tugasnya satu per satu sampai selesai.
Fokus pada Kebahagiaan
Orang yang produktif lebih fokus pada kebahagiaan. Orang tersebut cenderung melakukan berbagai hal yang membuatnya bahagia dan masih positif. Misalnya saja melakukan hobi, liburan, family time atau berolahraga. Hal ini juga diimbangi dengan tidur yang cukup, bukan bekerja hingga larut malam.
Work smart, not hard memang perlu diterapkan. Untuk mewujudkan hal itu, perlu melakukan strategi produktivitas modern secara efektif. Produktivitas yang tinggi memungkinkan pekerjaan bisa cepat selesai namun tidak terlalu kelelahan dan masih sempat beristirahat dengan cukup. Orang yang produktif sering jadi andalan, baik itu di lingkup pekerjaan, bisnis maupun organisasi.





